Pages

Monday, January 16, 2012

hanya sebuah cerita


 malam ini menjadi malam kesekianku hanya bertemankan gulita dan kepekatan malam…. semua terasa kelam, gelap, bahkan niscaya hitam…
temaram cahaya rembulan yang merangsek masuk melalui kisi-kisi fentilasi, tak cukup memberikan gurat cahaya, terlihat hanya seperti semburat lentera yang hampir redup ketiga pagi ingin menyapa..
dan segalanya masih terasa suram….merundung hingga ke sanubari..
Ya.. segores luka hadir disini, meyempurnakan kegelapan ujung malam ini..
perih ini menjadi sembilu yang terus menghujamkan sakitnya … sakit yang berpola, dalam alunan elegi keputus-asaan… yang secara terus-menerus mempatronkan keeksisan sebuah derita..

dan luka ini semakin menganga, manakala kenangan itu kembali menyeruak, memutarkan rekamannya tentang cerita indah percintaan..
Benar…. Hanya sebuah cerita, karena hanya cerita yang mampu mengakhiri kisahnya dengan bahagia… tidak pada kehidupan nyata..
hikayat cinta beralaskan keabadian hanya terjadi pada dongeng rekaan, dari pujangga yang berhayal mengalami asmara seperti tokoh-tokoh dalam ceritanya..
fantasi yang mengada-ada, dan kadang menohok logika….

sungguh banyak cerita cinta yang mematri kebohongan… berkalang kepalsuan…, dan menjual frase cinta untuk ego dan nafsu duniawi..
seperti ceritaku…. Benar…, hanya sebuah cerita…. Cerita yang sebenarnya, dan bukan cerita fiksi dalam karya sastra, sehingga tak berakhir bahagia...    









No comments:

Post a Comment